Maret 05, 2011

Itu Bukan Api, Tapi Kau menganggapnya …

Kau tau …
Aku tak pernah menyulut api dalam bentuk apapun …
Aku tak pernah ingin atau bahkan punya niat sekecil apapun untuk menyulut api itu …
Tiba tiba kau datang bersama api yang aku tak tau darimana asalnya
Kau bawa penuh dengan benci kearahku
Bahkan, saat aku tawarkan air untuk memadamkannya …
Kau malah membuat aku tercengang …
“ Mematikan atau tidak api itu berasal dari kau … jadi terserah mau kau apakan “ itu katamu
Aku bingung … otakku sulit untuk mencerna …
sudah ku jelaskan itu sebenarnya bukan api …
Kau yang menganggapnya api …
dan kau malah membuatnya menjadi kobaran dengan caramu
kau tau … api yang kau bawa mampu membuatku hampir hangus
aku ingin memadamkan api itu …
tapi sepertinya kau enggan untuk menerima air yang kutawarkan … setidaknya untuk saat ini …
tapi sekarang aku akan bertanya … kalaupun memang jika aqw yg membuat api itu . .
harus dengan apa aku memadamkannya …

Maret 03, 2011

Bumerang Keterdiaman

Jika sekarang aku diam …
Jangan salahkan aku … !!!
Bukan berarti aku sakit atau bisu
Tapi karena aku lebih baik diam
Daripada aku harus mengeluarkan apa yang ingin aku suarakan
Karena itu akan jauh lebih menyakiti diriku dan juga orang lain yang melihat
Jangan resah aku bersikap seperti ini … tak akan berguna
Toh selama ini aku juga melakukan hal yang sama, lebih banyak diam daripada berbicara banyak
Menyerah … ????
Ya … Mungkin itu yang aku alami …
Dan jangan salahkan aku
Jika suatu saat nanti aku masih diam atau bahkan akan meludahi kedatanganmu
Saat dimana adalah puncak dari segala keterdiamanku selama ini
Meski kau berlutut menangis darah atau MATI sekalipun dihadapanku, itu takkan berpengaruh apa apa …
Karena setan dihidupku sudah bisa menguasai malaikat yang selama ini telah membuatkanku perisai kesabaran …
Kata maafmu nanti sudah tak akan berfungsi apa apa
Itu akan hanya menjadi satu kata teori yang hambar tak ada timbal balik
Bukan karena aku terlalu angkuh,
Tapi telingaku sudah lelah menunggu
Hatiku sudah rapuh untuk menerima
Ragaku sudah tak berdaya untuk berpasrah
Dan sisi malaikatku sudah terinfeksi virus setan yang selama ini dikalahkannya
Aku sudah terlalu letih untuk menghadapi sikapmu
Tengorokanku sudah kering berteriak dihadapanmu
Tulangku sudah hampir patah untuk membuatmu sadar …
Otakku sudah kehabisan akal untuk berfikir bagaimana membuatku berarti didepanmu …
Jika sampai suatu saat itu …
Mungkin aku akan menjadi manusia yang paling jahat dimata manusia lainnya
Tapi biarlah, aku tak peduli dengan semua itu
Aku tak peduli apa kata mereka, karena mereka tak tau dan tak pernah merasakan
BEGITU SULIT menjadi seorang aku
BEGITU SAKIT menjadi seorang aku, dan
BEGITU TERBUANG menjadi seorang aku
Powered By Blogger