19 tahun yang lalu tepatnya pada hari Jum'at Kliwon tanggal 1 Mei 1992, Tuhan sudah memberikanku kesempatan untuk dapat merasakan hidup didunia. lahir lewat rahim seorang ibu yang bernama NASUHA. ayahku bernama SUPARNO. ibuku seorang buruh pabrik dan ayahku seorang pejual ayam dipasar. itulah sedikit cerita singkat tentang masa laluku.ayahku bukan termasuk suami yang setia denganistri. dalam keondisi ibuku yang sakit - sakitan, ia masih sempat -sempatnya menikah sirih dengan orang lain. tapi itulah sosok ibu dimataku dulu, sosok yang tegar, kuat, dan sangat mengasihi anaknya.sampai ketika ibuku mengandung adikku. dan ia sudah tidak mampu lagi melawan leukimia yang sudah lama bersandang di tubuhnya.
beberapa bulan setelah ibuku melahirkan bayi adikku, ia meninggal. pun disaat ia meninggal, ayahku tidak mengetahui berita itu. ia baru tau saat kakaknya, yang adalah pamankku memberitahukan dia akan berita tersebut. tahukah kalian apa yang aku alami beberapa saat sebelum Ibuku meninggal. ( entah ini hanya mimpiku atau benar - benar kualami saat itu, aku lupa, aku tidak tau ) seperti ini.saat itu aku masih duduk dibangku TK B atau mungkin berumur sekitar 6 tahun.dan saat itu masih hari - hari Idul Fitri.
aku tidur dengan ibuku, tapi dia kemudian keluar dan tidak kembali. aku sempat bertanya
" Ibu mau kemana??? " dan ia hanya menjawab ...
" pergi ... "
dan setelahnya aku melanjutkan tidurku. dan begitu aku bangun, saat aku keluar kamar, aku sudah menemukan banyak sekali orang yang ada di teras rumah. menangis, dan ada yang melantunkan ayat - ayat suci Al-Qur'an. di depannya ada "amben"( sebutan untuk kasur yang terbuat dari kayu / bambu ) diatasnya ada sesuatu yang ditutup dengan kain putih.
aku lalu bertanya pada pamanku yang duduknya saat itu tak jauh dari tempat aku berdiri.
" itu siapa paman ??? "
dan pamanku bukan malah menjawab, ia malah merangkulku dan menangis. aku bingung aku tak tau apa yang terjadi, dan siapa orang itu.
beberapa saat kemudian, ayahku datang, ia lalu sujud di dekat amben itu dan juga sama menangis, tapi lain denga kakekku, ia marah, ia lalu menampar ayahku. akutidak terima aku lalu teriak dan mengatakan kakek jahat karena telah menampar ayahku. dan dengan dibantu anggota keluargaku yang lain, kakekku dibawah keluar rumah
aku lalu menghampiri ayahku. dan bertanya, lagi
" ini siapa sih yah ... kok semuanya pada nangis ... ??" dan sama dengan yang dilakukan pamanku, bukan menjawab malah merangkulku dan menangis, tapi kali ini, ayahku juga minta maaf padaku. aku bingung. aku lalu bertanya lagi, menanyakan " ibu kemana ??? " tetap tidak dijawab. malah jawabanya nyelimur
" mandi dulu ya, trus ganti baju ... kita mau pergi " kata ayahku. aku lalu bertanya lagi.
" kemana ??? "
" ke rumah kakek ... "
" terus ibu gimana ... kan tadi ibu sempat pamit sama aku mau pergi juga ... tunggu ibu dulu yah ... "
" ibu udah disana kita disuruh nyusul ... "
aku masih bingung melihat sekeliling.yang menatapku prihatin dan sedih.
sampai ketika aku dewasa, saat aku menginjak bangku SD, baru aku sadar jika Ibuku telah tiada. ayahku pergi kekalimantan untuk meraih peruntungan nasib disana.
aku dibesarkan oleh "pakdeku" yang sebenarnya adalah kakek tapi karena aku sudah terbiasa memanggilnya pakde seperti Ibuku yang memanggil beliau pakde juga :P. dan lewat beliaulah aku dididik menjadi seseorang yang harus bertanggung jawab dengan segala hal.bahkan dimulai dari hal sekalipun, yaitu kamarku sendiri. ia orang yang hebat, kelak sat au sukses, orang yang pertama aku sebut adalah dia. :)
istri pakdeku juga tak luput dari sejarah hidupu, dia yang telah mengajariku bagaimana cara untuk menjadi seorang wanita yang baik. namun sayang, tuhan sudah memanggil beliau pada tanggal 25 Maret 2010 silam. hatku hancur saat itu, bagaimana tidak, aku belum sempat membalas segala kebaikannya yang telah merawatku selama ini, tapi Tuhan sudah memanggilnya terlebih dahulu. Rest in Peace Bibi ... :)
dan semua orang yang berpengaruh dalam hidupku masih akan aku bahas lagi di halaman lain ... Baca Mereka, Yang Membuat Hidupku Sedikit Mempunyai Arti
