Februari 12, 2014

12 Februari 2014, untuk sebuah kata maaf yang menurutku sepertinya tak perlu kuucapkan

Bagaimana lagi aku harus menghadapi. Tidak, aku tidak bermaksud jahat seperti layaknya ibu tiri.
aku hanya ingin mengajarkan sebuah disiplin,sebuah kerapihan, kebersihan, ketaatan.
mungkin jika aku terlihat jahat dalam mengajarkan semua hal itu padamu, aku minta maaf.
maafku kali ini untukmu juga untuk Tuhanku.
maaf untuk Tuhanku karena masih belum bisa lebih sabar lagi dalam memberi sebuah ajaran yang baik.
aku sudah kehabisan cara.
sudah kehabisan kesabaran.
maka ya sudah, mulai kali ini aku diam. karena kurasa, apapun yang telah aku ajarkan lewat tutur kata, toh tak membuahkan hasil yang begitu nyata.
jika kau menganggapku jahat, yasudah tidak apa apa.
karena aku sulit memahami bagaimana kamu, bagaimana menghadapi kamu dan bagaimana mengajarkan kamu, ini hidup sebenarnya. jika kau diam dan hanya menunggu, kau tidak akan mendapatkan apa-apa.
mulailah berfikir : sekarang aku sudah dewasa, yang mengerjakan apapun untuk diri sendiri tidak menunggu untuk disuruh. mencobalah sadar diri. mencobalah mengerti bagaimana hidup itu harus mempunyai tujuan. harus mempunyai kemauan yang kuat agar kau bisa bertahan.
aku seperti ini karena aku tau bagaimana berjuang untuk hidup ketika semua orang merendahkanmu.
karena aku tau aku harus bisa bertahan tanpa seorangpun yang bisa benar benar memperhatikan ku, mengerti kau, memanjakan aku.
mungkin hanya karna aku haus akan kasih sayang, haus perhatian, haus manja dari orang orang terkasih yang sangat kuharapkan dan tak pernah aku dapatkan.
seharusnya kamu bisa melihatnya ....

Powered By Blogger