Agustus 31, 2010

Kerusuhan Buol Kapolda Yakin Ada Provokator




ilustrasi: Satuan Unit K-9 Satwa Polisi Republik Indonesia mengikuti upacara HUT ke-64 Bhayangkara di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

PALU, KOMPAS.com - Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Muhammad Amin Saleh meyakini ada provokator dibalik penyerangan ribuan warga ke Markas Polsek Biau, Kabupaten Buol hingga mengakibatkan sedikitnya dua warga tewas tertembak.


"Saya duga ada orang yang memperkeruh suasana dalam kerusuhan itu," katanya kepada wartawan di Palu, Rabu (1/9/2010) dini hari.

Karena, menurut dia, sebelum terjadi kerusuhan, situasi di Buol aman dan kondusif. Jadi insiden itu tidak disangka-sangka akan muncul. Apalagi, katanya, kematian Kasmir Timumun, seorang tukang ojek di tahanan Polsek Biau pada hari Senin (30/8/2010) tidak dipermasalahkan oleh pihak keluarganya.

Bahkan pihak keluarga langsung berkoordinasi dengan Kapolres Buol AKBP Amin Litarso dan menyatakan bahwa masalah itu adalah musibah dan pada saat itu juga situasi normal dan tidak terjadi apa-apa. "Namun tidak disangka-sangka, setelah kita salat tarawih tadi (Selasa malam-red) koq tiba-tiba ada penyerangan Mapolsek di Buol," kata dia.

Akibat penyerangan itu, lanjut Kapolda Amin Saleh, terjadi kerusakan dan korban jiwa serta luka-luka.

Dia menuturkan, jika nanti terjadi penyimpangan oleh oknum anggotanya, maka itu tentunya ada prosedur yang harus dilakukannya sebagai pengendali keamanan di Sulteng. "Jelas kita akan tindak tegas jika terjadi penyimpangan yang dilakukan anggota dalam insiden itu," tutur orang pertama di Polda Sulteng itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger