November 03, 2010

Energi Merapi Mengecil, Tapi Jarak Luncur Awan Panas Makin Jauh

1. Awan panas wedus gembel meluncur ke Kali Gendol.

suarasurabaya.net| Meskipun energi awan panas Gunung Merapi lambat laun mulai mengecil, tapi luncuran awan panasnya justru bertambah jauh. Ini menjadi ancaman serius yang perlu diperhatikan warga sekitar.

SURONO Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM berbicara di depan Presiden saat kunjungan ke Kabupaten Sleman, Rabu (03/11) letusan Merapi, besar atau kecil saat ini masih potensial menimbulkan bahaya besar.

Luncuran awan panas yang begitu jauh dibandingkan sebelumnya ini karena sekarang sudah tidak ada lagi penghalang di kaki Gunung Merapi. Semburan awan panas di sisi Selatan dan Timur selama seminggu belakangan telah menghancurkan penghalang alami seperti bukit-bukit dan pohon, juga rumah-rumah penduduk di sekitarnya.


”Sekarang awan panas bisa meluncur lebih jauh. Seperti pagi ini tadi, terjadi 3 kali luncuran awan panas dengan energi relatif kecil, tapi jarak luncurannya bisa mencapai 4 kilometer,” kata dia.
Pertemuan Kali Gendol dan Woro di kaki Gunung Merapi, saat ini sudah menumpul material lava letusan Gunung Merapi.

Arah luncuran pun, kata SURONO, sekarang juga tidak bisa diprediksi lagi. Semuanya tergantung pada arah bertiupnya angin, suhunya bisa lebih dari 800 derajat Celisus saat meluncur turun. Untuk material vulkanik yang saat ini banyak terkumpul di hulu Kali Gendol, kata SURONO, suhunya tetap tinggi, mencapai rata-rata 300 derajat Celsius.

Bahaya sekunder yang ditimbulkan oleh Merapi adalah ancaman banjir lahar dingin, terutama ke Kali Gendol dan Kali Woro

SURONO meminta penegasan penutupan lokasi penambangan batu dan pasir terutama di jalur 2 sungai tersebut. Tentang radius aman, dikatakannya sampai kini belum berubah, 10 km. Tapi bisa saja berubah maju atau mundur sesuai eskalasi Merapi ke depannya.(edy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger