Agustus 08, 2011

MELODY PART 1

06 September 2002
Disebuah taman kompleks, dua anak manusia tampak sedang berbicara layaknya orang dewasa, sepertinya serius sekali.
“ Mel ... aku janji ... aku bakal balik buat kamu … aku janji ... kamu tau kan Aku gak pernah bohong sama Melody … “ ucap anak laki – laki yang sedang berdiri didepan gadis yang sedang duduk tertunduk itu. Sang gadis tampaknya sangat sedih, dan perlahan, air mata keluar membasahi pipinya yang merona itu, namanya Melody.
“ Tapi tetep aja, Melody takut kalo Reza ngelupain Melody … Reza pergi kan gak Cuma satu dua minggu ... tapi bertahun tahun ... lagian, ngapain sih pake pergi ke Aussie segala … kan bisa sekolah disini …. Reza juga bisa kok tinggal dirumahnya Melody …. “ ucap gadis itu. Sepetinya ia sangat berat sekali melepas Reza, teman sekaligus sahabatnya sejak kecil itu.
Reza harus ikut dengan orang tuanya yang memiliki proyek di Aussie. Dan itu membutuhkan waktu yang sangat lama, oleh karenanya ia harus pindah sekolah disana juga. Harus diakui, Reza berat sekali meninggalkan gadis didepannya itu, gadis yang membuatnya selalu tersenyum setiap kali melihat senyumnya, gadis itu juga yang bisa membuatnya begitu khawatir saat saat mendapatinya pingsan disekolah.
Reza menyeka air mata Melody yang menetes dipipi itu, lembut sekali ia menyekanya. Gemetar, karena gadis itu kini menangis untuknya, karenanya.
“ Reza janji demi kalung yang udah diberiin sama Eyang ke kita …. Suatu saat Reza bakal dateng nemuin kamu … Reza gak bakalan bisa lupain teman dan sahabat seperti kamu …. Tunggu Reza ya Melody …. “ Gadis itu dengan berat menganggukkan kepalanya. Reza lalu merengkuh Melody dalam pelukannya, erat sekali seperti tak ingin melepaskan.
Reza akhirnya pergi dengan sejuta kenangan yang mereka lalui dan mereka miliki.
“ Tuhan berikan aku kesempatan untuk bertemu lagi dengan malaikat kecilku … suatu saat nanti “ ucap Reza dalam hati.
*****

Juli 2009…. SMA Adi Buana Surabaya….
“ Mati gue ... mati gue ... bisa telat ini ... aduh ... hari terakhir gue MOS kenapa bisa telat gini sih … aduuhh … “ Melody mengomel ngomel sendiri sambil berlari – lari menuju kelasnya. Buuk … Melody sadar telah menabrak seseorang, dan itu adalah kak seniornya, Adit.

 
“ Melody Anastasya Octavia dari gugus Garuda … kamu ini … terlambat terus … kamu gak malu ya terlambat terus … “ ucap cowok itu yang sepertinya sudah hafal denga keterlambatan Melody.
“ Eee ... maaf kak … gue tadi telat bangun ... abis tugasnya kemaren sulit bener disuruh buat lagu ... emang dikira gue Dewiq apa … “
“ yang sopan … saya kamu ... buka lo gue ... ngerti … heran deh … kamu gak bosen apa dimarahin melulu gara gara kelakuan kamu itu !“
“ Yeah ... I understand ... so …???”
“ So ... kamu sekarang ikut saya ke aula dan disana teman teman kamu yang lain sudah menunggu …. “
“ Ngapain …??? tasyakuran… ????“ ucap Melody santai. Adit menghela nafas, baru kali ini ia menemukan junior yang kurang ajar.
“ Kamu ikut saya sekarang ... dan jangan banyak bicara… “ Adit lalu menggeret Melody ke Aula.
Seketika Melody terperangah total, apa apaan ini, seluruh anak MOS dikumpulin di lapangan persis kayak jemuran, dikiranya hanya teman sekelasnya saja yang di aula.
Adit lalu mengambil Microphone dari tangan sang MC. Mau ngapain lagi tuh anak, batin Melody.
“ Oke … kali ini, saya akan menunjukkan salah satu teman kalian yang akan bernyanyi … dia akan menghibur kalian siang ini ... …. Dia adalah teman kalian sendiri …Melody Anastasya Octavia…dari gugus Garuda”
JDAAARRRR... Melody bagai disambar petir disiang bolong … ini maksud Adit menyuruhnya membuat lagu kemarin gara gara terlambat. Sial ...!!! riuh tepuk tangan menyambut saat Melody naik diatas panggung yang memang dibuat khusus itu. Diliriknya tajam Adit itu seperti ingin mencakarnya kuat – kuat, kurang ajar betul dia.
“ E … sebelumnya... saya minta ... maaf ... jika suara saya nantinya jelek ... taulah kerjaan kakak senior yang nyuruh juniornya untuk unjuk gigi … menggunakan alasan telat lah ... ini lah ... itulah … dan gue rasa dulu dia juga nasibnya sama kayak gue disuruh nyanyi beginian ... makanya sekarang dia balas dendam … Bukan dengan karena alasan nama gue Melody … mentang mentang nama gue ada hubungannya dengan musik terus berarti gue juga pintar nyanyi gitu … cetek banget mikirnya …. “ Melody mengucapkan hal itu seolah tak ada seorangpun yang mendengarnya. Mata Adit membelalak, tak percaya jika juniornya ini begitu kurang ajar, beraninya dia berkata seperti itu, batinnya.
“ Lagu ini sebenarnya udah lama banget … gue sengaja nyanyiin ini ... karena gue lagi kangen sama sahabat kecil gue … “ namanya Reza … lanjutnya sendiri, dalam hati.


Meski dirimu bukan milikku
Namun hatiku tetap untukmu
Berjuta pilihan disisiku
Takkan bisa mengantikanmu

Walau badai menerpa
Cintaku takkan ku lepas
Berikan kesempatan untuk membuktikan
Ku mampu menjadi yang terbaik
Dan masih menjadi yang terbaik

Ku akan menanti
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya untukku

Biarkan waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti

Meski dirimu bukan milikku
Namun hatiku tetap untukmu
( nikita willy ...)

“ Terima kasih … “ ucapan terakhir Melody itu memecah keheningan yang tercipta diaula saat ia bernyanyi. Satu tepuk tangan dari teman sebangkunya saat MOS yang sekaligus sahabatnya sejak SMP, Lisa, yang diikuti tepuk tangan dari seluruh peserta MOS lainnya yang berada di aula, bahkan kakak senior mereka yang telah menyiksa mereka habis habisan pun juga ikut bertepuk tangan. Kecuali Adit tentunya, yang seperti patung, diam , dan menyimpan sejuta rasa penasaran. Ia malah lebih cocok diibilang terlihat sangat shok ketimbang kagum. Apalagi saat Melody berjalan melewatinya.
“ Kenapa Lo …?? Shock … ?? makanya jangan macem – macem ma gue …. “ ucap Melody yang kemudian berjalan menuju sekumpulan gugusnya.
*****
Gila suara lo keren Mel…. Gue gak nyangka suara lo sekeren itu … atau yang ini, wah bakat terselubung nih … itulah komentar yang dilontarkan teman teman sekelasnya pada Melody. Melody hanya bisa cengar – cengir mendengarnya.
“ Oke ... sekarang kita bakal ngebacain beberapa komentar tentang kakak kakak senior selama MOS... masih ingat kan selebaran yang dibagiin kemaren…. “ MC Acara penutupan MOS itu mulai melanjutkan kiprahnya. Diam – diam, Melody berharap komentarnya juga ikut dibacakan nanti, biar saja ia sudah tidak sabar mendengarnya. “ tapi nanti kalian sendiri yang bakal baca kesan dan kritik kalian … “ lanjutnya. Gregetan dengan lamanya, Melody lalu mengacungkan tangan. Hebat, semua siswa di aula langsung diam begitu Melody mengangkat tangannya, mungkin di benak mereka apa lagi yang bakal dilakukan oleh Melody ...???.
“ Punyaku nanti dibacain gak … ??? tanyanya.
“ Hm ... kurang tau tuh … soalnya kertasnya dipegang ama kakak senior lainnya … “ jawab MC yang bernama Rendy itu.
“ Hm… ambil gih cepet … gue gak sabar buat dibacain ... eh tapi katanya tadi yang baca sipenulis ya ... boleh ... nanti gue baca kenceng – kenceng … “ ucap Melody. Mendengarnya Rendy lalu memanggil salah satu temannya dan meminta agar kertas komentar itu dibawa ke panggung.
“ Oke ... semua kertas udah ada ditangan saya … sesuai yang lo prediksi Melody Anastasya Octavia …. Kertas Lo ada disini … Lo punya nyali ... Lo baca sekarang … “ ucap Rendy. Melody lalu berjalan keatas panggung. Terdengar bisik – bisik salah segerombolan kakak seniornya yang memang sudah menampakkan aura centil dan betapa muaknya mereka dihadapan Melody sejak pertama kali Melody menginjakkan kaki di SMA Adi Buana ini sebagai salah satu siswanya.
“ Tuh anak kurang ajar banget sih ... bisa ditebak kan komentar nya nanti pasti buat Adit ... dia belum tau aja Adit itu siapa … baru kali ini nih gue ngeliat siswa baru yang kurang ajarnya minta ampun kayak dia … “ celetuk salah seorang dari mereka, Melody bisa menebak dia pasti kapten dari gank mereka.
“ Nih ... Lo baca komentar Lo … “ ucap Rendy
“ Udah itu doang … “
“ Lo kayaknya nantang banget sih … bentar lagi Adit juga naik ke panggung … soalnya aturannya emang gitu … “
“ Gak masalah … “ ucap Melody enteng. Rendy rasa, adik kelasnya ini sangat berani, cukup menarik. Tak lama Adit lalu muncul, kontan suara riuh dari semua orang yang ada diaula muncul.
“ Tuh anak kayaknya bener – bener nunjukin genderang perang buat Lo , Sob … ” bisik Rendy pada Adit
“ Udah cepet baca ... gue gak punya waktu buat dengerin komentar lo … “ ucap Adit pada Melody.
“ ehem ... “ Melody berhenti sejenak dan menyempatkan diri melihat sekeliling. GILA ... semua tatapan mengarah padanya, mulai dari tatapan sirik sampai tatapan yang mungkin penasaran dengan apa yang ditulisnya di kertas komentar. Melody menghela nafas panjang. Dikumpulkannya keberanian itu.


Jujur … gue gak suka komentar ... tapi karena dipaksa ... oke gue kasih komentar… kalo tentang kakak senior ... gue paling gak suka sama yang namanya Adit, cowok belagu, sok ngatur, dan sok ngasih hukuman, pokoknya semua yang sok sok jelek ada di dia deh. . Selama gue MOS... gue itung udah 5 kali gue dikerjain ma dia ... kurang ajar bener ... dan gue rasa dia pantes nyabet predikat kakak terjahat selama MOS. Dia pikir gue siapa …. Boneka yang bisa dia suruh suruh. Dan gue rasa dia bakal jadi satu orang pertama yang gak gue suka di sekolah ini. TERIMA KASIH.

Dan mungkin hanya Melody sajalah yang menulis komentar buruk tentang Adit. Terbukti, bukannya Adit menyabet Kakak senior paling jahat, malah menjadi kakak senior paling favorit.
Perkiraan Melody bahwa Adit akan marah marah, ternyata salah total. Cowok itu hanya menatapnya tanpa ekspresi. Adit lalu berjalan mendekati Melody.
“ KARNA LO UDAH JUAL … GUE BELI … DAN LO GAK BAKALAN BISA LARI GITU AJA … THE WAR IS BEGIN … LO YANG MULAI … GUE BISA PASTIIN LO JUGA YANG NGAKHIRIN BOCAH KECIL …!!!!” bisik Adit pada telinga Melody, bisa dipastikan hanya mereka berdua dan Tuhan yang tau. Sedangkan yang lainnya hanya bisa menebak nebak apa yang telah Adit bisikkan di telingan Melody.
“ DAN LO KIRA … GUE TAKUT MA ANCEMAN BUSUK LO ITU … ADITYA … DAN BUKAN GUE YANG BAKALAN NGAKHIRIN ... TAPI LO SENDIRI YANG BAKAL NGAKHIRIN SEMUANYA … SEMUANYA …!!!! LO DENGER ITU BAIK – BAIK … “
Melody lalu berjalan keluar aula, ia rasa MOS sudah selesai dari tadi saat Kepala Sekolah menutup serangkaian acara kurang manfaat itu, MOS RITUAL BALAS DENDAM. Ungkapan itu yang seharusnya lebih pantas ketimbang MOS UNTUK PENGENALAN AWAL. Pengenalan apaan … sengsara …!!!.
*****
Begitu keluar aula, Melody sudah dihadang oleh segerombol kakak kelasnya, lebih tepatnya 4 orang cewek yang menamai diri mereka THE WONDER GIRLS. Melody lebih suka menyebutnya THE KENTIR GIRLS, enak aja asal memakai nama grup vocal Korea Wonder Girls sebagai nama Gank mereka, Melody yang jelas jelas Korean freak jelas tidak akan terima dengan hal itu.
“ Ada apaan … mau protes karena gue ngejelek – jelekin idola kalian semua tadi … cepet mau protes apaan ... keburu gue mau pulang soalnya … “
“ eLooo … kurang ajar banget ... belagu banget lo ... baru juga jadi anak MOS kayak gini ... gimana kalo udah masuk sekolah … “
“ Itu urusan gue nona nona … bukan urusan kalian … “ HP Melody berdering. Dilayar HP tertera nama Evan, God penyelamat gue dah dateng, batinnya.
“ Gue udah ada diparkiran sekolah Lo nih ... cepet keluar gih ... MOS lo udah selesai kan … “
“ Oke ... lo tunggu gue ... gerah gue lama – lama disini … “
Melody dengan santai meninggalkan sekumpulan gadis gadis centil itu. Dan berlari menuju parkiran, disana sudah ada malaikat penolongnya.
“ Hei ... gimana MOS terakhirnya ... pasti seru dong ... soalnya biasanya ada acara pensi kecil kecilan gitu … “ sapa Evan yang langsung bertanya tentang MOSnya.
“ Seru banget ... karena gue abis mempermaluin kakak senior gue yang nyebelin banget … dia tuh yang hobi banget ngasih hukuman ke gue ... yang gue ceritain ke lo itu … biar tau rasa dia … dikira gue takut apa ma dia … “ Evan hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya. Sepupunya yang satu ini memang pantang untuk menyerah apalagi didepan cowok. Sampe akhir juga bakal diladenin ma dia. Pengagum berat RA kartini dan Korean Holic itu memang gak segampang yang dipikirkan orang.
“ udah buruan … keburu ketauan tuh monster … “
“ monster …???” kening Evan berkerut mendengarnya.
“ Iya siapa lagi kalo bukan si monster Aditya itu ... belum lagi kalo sampai tuh cewek cewek mergokin lo …bisa kejar – kejaran nanti … “
Evan lalu melajukan motornya dari sekolah Melody itu. Dan perlu diketahui, Evan adalah salah satu pemain Band Indie di Surabaya, cukup terkenal loh, namanya DEJAVU, itu juga Melody yang kasih nama.
“ Kenapa lo ngasih nama itu Mel, tapi bagus juga... spontan lo ngomongnya … “ tanya Riko, salah satu anggota Band Evan waktu itu.
“ Kagak apa apa sih ... Cuma kebetulan gue inget ma SS 501 aja … judul lagu mereka kan ada yang dejavu tuh ... bolehlah dipake nama … keren kan … “ jawabnya enteng. Teman – teman Evan tertawa, tak sangka, asal nama band mereka begitu cetek sekali. Dari pemikiran seorang gadis yang Korean freak.
*****
“ Lo mau makan apa Mel …. Mumpung tadi gue baru dapet duit dari Bokap … Oh iya ... Lo disuruh ke rumah tuh ... katanya Bokap kangen ma Lo ... Hm … trus dirumah juga lagi ada banyak buah Anggur … Bokap abis dari luar kota ... khusus bawa buat Lo … “ ucap Evan begitu sampai di Wapo, salah satu tongkrongan termasyhur dikalangan anak muda Surabaya.
“ Apaan ya ... terserah deh ... gue lagi gak nafsu makan nih soalnya … jus jeruk aja deh ... “
“ Ah ... elo ... gara gara lo nih ... gue gak nafsu makan juga … jus jeruk deh ... dua mas … “ ucap Evan pada Waiter itu.
“ Eh ... nati gue nginep di rumah lo ya ... katanya Om kangen ma gue ... sapa tau aja gue dapet uang saku ... hahahaha ... atm mau nipis sih … “
“ Kebiasaan lo ... hm ... gini deh ... lo ikut gue manggung dulu ntar ... bentar lagi mau briefing … gimana … ??? “
“ hmmmm…. Oke deh …”
Setelah menikmati jus jeruk wapo sejenak, mereka langsung hengkang menuju kafe colours, kafe tempat Evan dkk nanti manggung.
“ Halo …” ucap Melody saat mengangkat telfon dari Ricko, salah satu teman Band Evan, berhubung Evan lagi nyetir, Melody yang ngomong.
“ Siapa nih,... Melody ...??? “
“ Iya ... Evan lagi nyetir soalnya… ada apaan … ??”
“ Eh ... gawat nih … Si Ardi gak bisa manggung … dia baru aja kecelakaan waktu jalan ke café … “ ucapnya.
“ Apaan … waduh ... gak ada audditional playernya apa ... “
“ Nah itu masalahnya ... lo cepet ngomong gih ke Evan ... stop dulu nyetirnya ... penting banget soalnya ini … “
“ oke oke ... lo tutup telfonnya ... nanti gue kabarin lagi Rik ... “
Tut. Tut. Tut … sambungan terputus. Evan lalu menepikan motornya di jalanan yang cukup sepi pengendara itu.
“ Ada apaan sih lo nyuruh gue benti … waktu mepet nih ... “
“ Si Riko tadi nelfon … Ardi gak bisa maen … dia baru aja kecelakaan waktu jalan ke café ... “
“ Apa ….??? Terus … ???? “
“ Ya kagak ada terusannya Van … lagian juga band lo masa gak punya pemain cadangan gitu … “
“ Aduh gimana nih … hm ... udah ntar aja dipikirin ... sekarang yang penting kita nyampe café dulu … “
Evan kembali melajukan motornya, kali ini kecepatannya lebih cepat dari pada tadi sebelum mendapat kabar bahwa salah satu anggota Bandnya tidak bisa manggung.
Begitu sampai café, Evan langsung briefing, samar – samar tadi di lobby Melody seperti melihat salah satu kak seniornya, Rendy, si MC tadi di penutupan MOS. Gawat, mudah mudahan Melody salah lihat.
“ Siapa dong Van yang bisa jadiin audditional playernya... gue juga buntu nih …” tanya Riko.
“ apalagi si Ardi megang drum … mati deh kita kalo sampe gak nemuin penggantinya …” ucap Bima ikut memberikan sumbangan komentar.
“ Tunggu gue juga lagi mikir ... “
“ Heuuh ... kalian tuh emang kebiasaan ... kalo gak mendadak ... gak bakalan dipikirin … sekarang udah kejadian salah satu playernya gak bisa main ... baru deh bingung … “ omel Melody yang seketika itu memecah keheningan ruangan... Mendengarnya, Riko, Evan, Bima dan Tian menoleh kearah Melody, ada satu yang terlupa, si Korean holic satu ini kan cukup jago ngegebuk gendang elektronik itu...
“ Ngapain lo semua noleh ke gue ... “ tanya Melody begitu sadar ia ditatap oleh 5 pasang mata disekelilingnya itu. “ jangan bilang kalian mau jadiin gue penggantinya Ardhi ... gak gue gak mau … “ tolak Melody mentah mentah.
Evan lalu menghampiri sepupunya itu, dirangkulnya pinggang gadis itu dari belakang, dan disandarkan kepalanya di bahu kiri sepupunya itu.
“ Ayo dong Mel ... bantuin gue ... Cuma lo satu – satunya harapan gue ... pleeeeaaassseee... nanti gue kasih lo semua Conello gue yang ada dirumah buat lo deh … nanti kan lo nginep dirumah gue … Ayo dong … “ ucap Evan yang semakin memeluk erat sepupunya itu, membuat Melody sedikit risih dan membuat teman – temannya juga iri.
Ini faktor kedekatan Evan dan Melody, mungkin jika yang melihat orang lain, tidak salah jika mereka menganggap Evan dan Melody sepasang kekasih. Mesra banget soalnya. Bikin iri.
“ Iya iya oke … gue mau gantiin ...” seketika muka muka anggota DeJavu langsung seneng “ tapi awas . . !! Cuma kali ini doang ... dan besok ... kalian cari temen temen kalian buat jadi audditionalnya… gua gak mau jadi audditional lagi ... biar kata lo mau ngasih gue Konillo ( karena Melody tidak bisa mengucapkan kata Conello dengan benar ) satu truk juga gue gak bakalan mao …!!!”
“ Iya deh … besok gue ma anak anak nyari audditional buat cadangan … “ ucap Evan yang kemudian mencium pipi kiri Melody. Lagi – lagi t eman – teman Evan, ENVY TOTAL.
“ gimana ... gimana ... udah nemu cadangannya … “ tanya Om Rudi yang jadi manajer Dejavu.
“ Nih ... yang gue peluk … “
“ Melody … ??? “ ucap Om Rudi tak percaya. Melody Cuma bisa nyengir kuda. “ Ok … no problem … apalagi kayaknya Kamu udah sering liat kita manggung ... pasti tau sikonnya dong … “
*****
Gebukan Drum Melody mengawali pentas mereka.
“ Oke ... kali ini gue kenalin drummer additional band gue ... My Dearest namanya Melody Anastasya Octavia ... Dia kesini habis MOS terakhir disekolahnya yang katanya nyebelin ... dan gue berterima kasih ke dia karena mau ngegantiin Ardi, drummer DeJavu yang tiba tiba kecelakaan waktu perjalanan ke café ini … ini lagu buat Ardi semoga cepat sembuh … “
Siapa yang bakal tidak berfikir bahwa Melody itu kekasih Evan, seluruh isi café termasuk fans fans Evan menyangka pun demikian, karena Evan sangat sering bersama Melody tanpa mau berbicara siapa gadis itu sebenarnya. Itu memang keputusan yang diambil Evan kala Melody memintanya untuk tidak menjawab “ Dia sodara gue “ jika ditanya oleh orang lain, Melody sudah bisa membayangkan bagaimana dirinya nanti yang dimintai tolong ini dan itu oleh penggemar Evan yang kebanyakan kaum Hawa itu. Melody tidak mau itu terjadi, biarlah Orang – orang menganggap demikian, toh tidak ada ruginya.
Tapi seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, kedekatan mereka akan menimbulkan keirian terhadap teman teman Evan yang notabene banyak yang naksir Melody, tapi ditolak mentah mentah dengan satu alasan “ Gue udah punya pangeran … jadi percuma lo narik perhatian gue kayak apa juga ... gue gak bakalan naksir … “ begitu yang diucapkan Melody pada semua teman – teman Evan yang pernah mengungkapkan perasaannya walau mengungkapkannya dengan lelucon itu , meski demikian teman – teman Evan tak berkecil hati, karena gadis itu tak lantaran menjauhi tapi menjadikan mereka semua teman dan bagian hidupnya. Hal itu yang membuat Melody menjadi “ Princess “ di kalangan teman – teman Evan.
Jangan ditanya, sedikit saja gadis itu lecet atau terluka karena siapa saja … para pengawal itu akan membuat perhitungan habis habisan. Seperti saat Melody digoda habis habisan waktu Band Evan manggung di luar kota, hasilnya, sang penggoda kembali kerumah dalan keadaan babak belur.
De Javu hanya menyanyikan 4 lagu di café itu.
“ thanks ya … abis gini gue traktir lo makan Conello “ ucap Evan.
“ Gue ke toilet dulu ya … udah kebelet nih … “
“ Dasar lo ... kebiasaan … “ Ejek Riko
“ Toiletnya sebelah mana ... gue gak pernah ke café ini soalnya … “
“ Dari sini lo lurus aja ... nanti ada tuLisannya Toilet kok …” kali ini Bima yang menjawab. Buru – buru Melody ke Toilet.
Tapi sial menimpanya, ternyata yang dilihatnya di lobby tadi benar benar Rendy, kakak kelasnya itu. Rendy melihat Melody saat keluar dari toilet dan menghampirinya. Mampus gue …!!.batin Melody.
“ Hai … masih inget gue dong … “ Sapa Rendy pada Melody.
“ Iyalah ... emangnya lo kira gue amnesia apa … “
“ Gue baru tau kalo lo ceweknya Evan … keren juga lo ... gak nyangka gue … cewek ingusan kayak lo bisa dapetin dia ... apalagi setelah gue tau lo bisa main drum ... multi talented banget… tadi di skul lo nyanyi sambil gitaran ... sekarang lo manggung bareng De Javu … Hebat … “ sungguh, pujian itu sebenarnya tulus dari hati. Rendy memang mengagumi gadis itu sejak disekolah tadi pagi. Tapi sepertinya Melody sudah menganggapnya seperti Adit. Dimana – mana, sekawan itu tidak jauh beda wataknya.
“ Asal lo tau ... gue paling gak suka urusan gue ke expose ...gue bukan selebriti … jadi kalo sampe besok anak anak sliweran dateng ke gue nanya nanya soal manggung hari ini atau De Javu ... gue bakal bikin perhitungan ma lo … gue gak suka ini dibesar besarin …” ucap Melody.
“ Kok gitu ... ini kan prestasi ... kenapa lo gak mau di expose … “
“ Itu urusan gue … jadi tolong … lo jangan bilang siapapun ... siapapun termasuk sohib lo yang kayak monster itu … “
“ Adit …??? “
“ Siapa lagi … “ jawabnya enteng. Tiba – tiba sudah ada Riko yang datang.
“ Kenapa Mel … dia gangguin lo … “
“ Oh … enggak kok ... dia kebetulan kakak kelas gue ... udah ah ... Evan mana ... gue udah ngantuk banget nih ... mau pulang … “
“ Evan udah diluar ... makanya gue disuruh nyusul lo kesini … “ jawab Riko. Melody mengangguk angguk.
“ Ya udah Kak Rendy … gue pulang dulu ... see you tommorrow ... “
“ Ok … bye … “ itu kata terakhir Rendy untuk Melody. Sedikit sunggingan senyum tercetak dimulut Rendy. Entah apa maksud dari senyum itu
*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger