Keluarga adalah sebuah institusi social yang beragam bentuknya namun melegastikan posisi anak-anak di dalam masyarakat dan mencakup kondisi perwatan tertentu yang membuatnya dapat berfungsi dengan baik. Keluarga terdiri dari beberapa orang yang belum tentu mempunyai ikatan social, misalnya keluarga yang mengadopsi anak dari orang lain, tetapi mereka saling berinteraksi dan bersama-sama berbagai tanggung jawab dalam kombinasi berbagai hal misalnya pemeliharaan fisik atau perawatan anggota kelompok, sosialisasi anak-anak, control social para anggotanya, cinta dan sebagainya
Orang membentuk keluarga dengan tujuan untuk membentuk generasi yang akan dating, untuk mengasuh dan mensosialisasi anak-anak, untuk memenuhi kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki serta kebutuhan akan harga diri. Segala sesuatu yang diperbuat oleh anggota keluarga akan mempengaruhi kehidupan dalam keluarga, karena mereka selalu hidup bersama. Meskipun demikian masih ada keluarga yang tidak tahu tentang apa yang dilakukan oleh anggota keluarganya, misalnya ada salah satu anak mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Mereka tidak tahu apa yang dilakukan anak dalam kesehariannya dan mereka tidak mempunyai pikiran apapun karena anaknya begitu ramah, supel, care dan baik dalam keluarga dan dari sejak kecil tidak menimbulkan perilaku yang aneh. Setelah tahu anak menjadi pecandu narkoba, timbul dampak pada aspek psikis pada keluarga misalnya perasaan sedih, kecewa dan penasaran lain berkecamuk dan menimbulkan kekacauan dalam keluarga. Hal ini akan menyebabkan pro dan kontra dalam keluarga, misalnya ada yang tidak bisa menerima dan tidak percaya anaknya menggunakan narkoba dan ada yang menerima serta berupaya untuk mencari jalan keluar misalnya melakukan rehabilitasi.
Masalah yang timbul tidak hanya berdampak pada aspek psikis tapi juga berdampak pada aspek ekonomi dan tenaga. Keluarga berusaha untuk menyembuhkan anaknya dari narkoba yaitu dengan melakukan rehabilitasi, yang mana program ini memerlukan biaya besar. Hal ini akan menyebabkan kecemburuan dalam rumah tangga, karena orang tua lebih mengutamakan pada anak yang terkena narkoba. Anak-anak yang lain akan semakin merasakan beban dan menyebabkan frustrasi. Ada rasa was-was akan kehilangan semua benda materil dalam keluarga dan ini dapat menimbulkan rasa mendorong untuk protes dan memicu pertengkaran. Masalah keuangan yang cukup pelik akan menyebabkan keretakan dan pertengkaran dalam keluarga yang tidak brujung.
Anak yang menjadi pecandu akan selalu tergantung pada narkoba dan keluarga juga menjadi bergantung pada anaknya yang pecandu narkoba. Perasaan kecewa, malu akan dialami sehingga keluarga menjadi tertekan dan terbebani oleh masalah ini. Keluarga akan menjadi paranoid, misalnya jika ada telepon malam keluarga akan cemas dan curiga, dan timbul paranoid kalau telepon itu berasal dari bandar narkoba atau polisi yang akan menangkap anaknya karena mengkonsumsi narkoba. Keluarga juga akan sering berbohong, misalnya keluarga akan selalu menutupi dan berkata kalau anknya baik dan tidak menjadi pecandu narkoba. Keluarga juga berusaha untuk tetap menolong anak dengan segala usaha dan tetap memenuhi kebutuhannya, meskipun kadang-kadang orang tua takut uang yang diberikan digunakan anak membeli narkoba agar mereka tidak sakau.
Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa jika ada salah satu keluarga menjadi pecandu narkoba, maka keluarga tersebut akan menjadi kacau dan timbul berbagai konflik dan tanpa disadari si pecandu kemudian berubah menjadi pengendali dari keluarga tersebut. Keluarga adalah satu kesatuan, jadi meskipun salah satu anaknya menjdi pencandu, keluarga tetap berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik misalnya rehabilitasi. Jika keluarga membiarkan anak tersebut maka hal itu tidak dapat disebut keluarga karena tidak ada rasa kasih saying, perlindungan dan perawatan. Keluarga akan timbul konflik terutama pada orang tua, mereka saling menyalahkan, misalnya ayah yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mendidik anaknya, sedangkan ibu sibuk dengan urusannya sendiri yaitu arisan yang biasanya dibutuhkan waktu banyak.
Ketika anak menjadi pecandu narkoba, perhatian keluarga akan terpusat pada anak tersebut. Ayah akan menutupi perbuatan anaknya yang menjadi ppecandu dan tidak berdaya ketika ada orang yang bertanya tentang hal itu. Pertama ayah tidak mau member uang pada anak tersebut karena takut uang itu untuk membeli narkoba, tapi akhirnya ayah memberikan uang karena karena takut anaknya sakau dan jika hal itu terjadi ayah tidak tega melihat hal itu.
Ibu yang biasanya selalu memperhatikan dan memenuhi segala kebutuhan anggota keluarga sekarang berubah. Semua tenaga dan perhatian di tujukan pada anak yang terkena narkoba, misalnya ibu selalu membantu anak untuk melakukan rehabilitasi. Ibu selalu menyiapkan apa misalnya ibu selalu membantu anak untuk melakukan rehabilitasi. Ibu selalu menyiapkan apa yang diinginkan oleh si anak dan kadang-kadang timbul rasa paranoid yang selalu menghantuinya sebagai contoh ketika ada telepon malam, mereka berpikir itu telepon dari bandar atau jika anak keluar dia berpikir anak akan membeli narkoba. Orang tua akan tergantung pada si pecandu, artinya orang tua akan berbohong jika ada orang yang bertanya tentang keadaan anaknya dan selalu menutupi kejelekan anaknya.
Efek ini tidak hanya berpengaruh pada ayah dan ibu, tapi juga berpengaruh pada saudara-saudaranya. Misalnya dalam keluarga ada tiga bersaudara, dan anak pertama menjadi pecandu, dampaknya akan berpengaruh pada saudaranya. Dalam hal ekonomi orang tua banyak menghabiskan uang untuk rehabilitasi, dan hal ini dapat menimbulkan kecemburuan anatara saudara – saudaranya, mereka ikut terbebani dan menyebabkan frustasi. Mereka takut akan kehilangan semua benda material yang mereka miliki yang berada dalam keluarga tersebut. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karena si pecandu adalah saudara mereka. Tapi kadang – kadang hal ini menyebabkan konflik dan pertengkaran.
Di satu sisi keluarga merasa malu dan kecewa akan perbuatan anaknya, tapi disisi lain keluarga ingin menyembuhkan anaknya. Dalam keluarga, aka nada yang mencintai dan aka nada yang membenci anak tersebut, jadi ayah yang sebagai keluarga tidak bisa bertindak tegas karena mereka semua adalah keluarganya, meskipun mereka ada yang melakukan perbuatan yang salah.
Jadi, anak yang menjadi pecandu narkoba secara tidak langsung akan menjadi pengendali dalam keluarganya, karena semua perhatian tertuju pada dia. Tidak saja perhatian, tapi uang dan tenaga juga terpusat pada dia. Keluarga menjadi tergantung pada si pecandu, maksudnya keluarga mempunyai sifat paranoid, berbohong dan menutupi semua perbuatannya. Peranan ayah dan ibu tidak berarti lagi karena yang memegang kendali adalah si pecandu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar